Cara Aku Travel ke Padang dari Medan menggunakan Transportasi Bus

Pengalaman lengkap naik bus dari Medan ke Padang pulang pergi (pp), tips memilih bus nyaman, rekomendasi bus terbaik, serta solusi saat menghadapi bus mogok di jalan. Menjelajahi Pulau Sumatera dari Sabang sampai Lampung selalu menjadi cita-cita kecil di dalam hatiku.
Home Travel Travel Journey

Pengalaman dan Tips Memilih Bus Nyaman Rute Medan ke Padang Pulang Pergi

Berpose di Jam Gadang Bukittinggi

Menjelajahi Pulau Sumatera dari Sabang sampai Lampung selalu menjadi cita-cita kecil di dalam hatiku. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Pulau Sumatera bagian utara, rasa penasaran itu sering kali muncul, seperti apa ya wilayah Sumatera lainnya? Apakah kami memiliki banyak persamaan, atau justru ada perbedaan budaya yang sangat mencolok?. Medan sendiri merupakan salah satu kota urban yang majemuk, tempat berkumpulnya berbagai warga lokal dari Sabang sampai Merauke.

Salah satu komunitas mayoritas di Medan selain masyarakat Nias adalah Urang Minang. Hidup berdampingan dan bertetangga dengan mereka tentu menumbuhkan ketertarikan tersendiri terhadap budayanya, apalagi sate Padang telah menjadi salah satu kuliner ikonis yang sangat mudah dijumpai di pinggir jalan Kota Medan, baik disantap sebagai menu sarapan, makan siang, maupun makan malam. Suasana kuliner yang begitu kental ini sukses membentuk gaya hidup sehari-hari di Medan. Dari sinilah, keinginan untuk berkunjung langsung ke kota asal sate tersebut menjadi begitu menarik dan membangkitkan semangat petualanganku.

Perjalanan panjang menyusuri Pulau Sumatera yang dimulai dari keindahan Pulau Weh sungguh memberikan kesan yang luar biasa. Begitu pula ketika aku menelusuri berbagai objek wisata purba dan budaya megalitikum di Pulau Nias, rasanya kekayaan Indonesia benar-benar tak ada habisnya, bahkan baru terlihat dari wilayah Sumatera bagian atas saja. Rasa menggebu-gebu untuk mengenal wilayah Sumatera bagian lain pun semakin menjadi-jadi. Mari kita mulai eksplorasi Kota Padang versi aku! Semoga cerita perjalanan ini bisa menginspirasi liburan kalian berikutnya ya.

Pilihan Transportasi dari Medan ke Kota Padang

Tentunya, merencanakan perjalanan darat atau udara ke Kota Padang dari Medan dapat dilakukan dengan berbagai cara karena infrastruktur yang menghubungkan kedua provinsi ini sudah semakin terintegrasi dan lancar. Sama seperti pengalamanku saat berkunjung ke Pulau Nias sebelumnya, moda transportasi tercepat dari Kota Padang menuju Medan atau sebaliknya tentu saja menggunakan pesawat terbang. Lama waktu penerbangan nonstop biasanya memakan waktu sekitar 1 jam 20 menit, dengan estimasi kisaran tiket mulai dari Rp1.300.000 hingga Rp2.000.000-an tergantung musim liburan.

Selain jalur udara, pilihan moda transportasi darat juga sangat beragam, mulai dari menggunakan mobil pribadi, mobil rental, layanan travel, hingga bus antarkota. Untuk perjalanan kali ini, aku memutuskan memilih jalur darat menggunakan bus umum demi menikmati lanskap alam Sumatera secara lebih dekat.

Pengalaman Naik Bus AKAP Rute Medan - Padang

Bus Po Putra Pelangi Medan-Padang sedang menunggu penumpang di Sunggal,Medan

Operator penyedia layanan bus yang melayani rute Medan - Padang tergolong cukup banyak pilihannya. Fasilitas yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari kelas non-AC dan non-toilet hingga armada bus yang lebih nyaman dengan fasilitas AC, toilet di dalam, serta konfigurasi kursi yang lega sehingga tidak hanya nyaman untuk duduk tegak, tetapi juga cukup fleksibel untuk posisi istirahat atau tidur.

Jika perjalananku sebelumnya dari Medan ke Banda Aceh sempat mencoba kenyamanan bus sleeper, sayangnya untuk rute khusus Medan ke Padang operator bus sleeper khusus belum tersedia. Durasi perjalanan darat ini tergolong cukup panjang, yakni berkisar antara 15 hingga 30 jam tergantung pada rute jalan yang dipilih, kondisi di jalan serta pilihan operator bus yang kalian gunakan. Pemesanan tiket Bus bisa datang langsung ke kantor perwakilan atau biasa disebut Pool Bus dan bisa juga melalui aplikasi pemesanan tiket favorit. Pada dasarnya,harga tiket Bus yang mahal atau hemat tergantung kecepatan armada dan fasilitas yang ditawarkan.

Dalam perjalanan ini, aku pribadi memilih menggunakan armada dari PO Putra Pelangi dengan tarif tiket bus dari Medan ke Kota Padang seharga Rp280.000 dan susunan kursi 2-2. Kenapa aku memilih Armada ini karena saat memesan melalui aplikasi online fasilitas yang ditawarkan PO Bus ini cukup nyaman. Bus berangkat sekitar Pukul 10.00 wib dari pool Putra pelangi Sunggal,Medan dan direncanakan tiba keesokan harinya di Kota Padang sekitar pukul 14.00/15.00 wib. 

Sayangnya, ketika aku memilih bus ini untuk perjalanan selama 24 hingga 27 jam menuju Padang, aku justru mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan. Padahal, harga yang dibayarkan seharusnya sudah mencakup standar fasilitas bus yang layak dan nyaman. Kenyataannya, aku mendapatkan unit bus yang kurang terawat, bantal yang tampak agak kotor, interior kabin yang sudah terlihat lusuh, serta pendingin ruangan (AC) yang kurang dingin di sepanjang perjalanan.

Alamat Kantor PO Putra Pelangi Medan: Jalan Gagak Hitam, Sunggal Nomor 33, Sei Sikambing B, Medan.

Suasana didalam Bus PO Putra Pelangi saat berhenti sejenak untuk Makan Siang

Ujian sebenarnya terjadi ketika bus tiba di wilayah Bukittinggi. Satu hari setelah hari keberangkatan dari Medan, perjalanan belum sempat mencapai Kota Padang waktu itu sekitar pukul 15.00 wib, tiba-tiba bus mengalami kerusakan mesin alias mogok total dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Penumpang harus menunggu kepastian bantuan teknis dengan durasi waktu yang sama sekali tidak menentu. Kondisi tersebut tentu menguji mental, terutama karena hari sudah mulai sore dan statusku sebagai seorang solo traveler membuat situasi terasa cukup menegangkan, mengingat aku sudah melakukan reservasi penginapan di Kota Padang.

Karena situasi mendesak tersebut, aku terpaksa mencari alternatif moda transportasi lain. Kebetulan saat itu ada rekan seperjalanan yang menyewa mobil rental berbayar cukup mahal dari Bukittinggi menuju Padang seharga Rp600.000. Beruntung sekali waktu itu aku diizinkan ikut nebeng bersama mereka ke Kota Padang, meskipun dihitung secara matematis, biaya awal tiket bus Rp280.000 bersama PO Putra Pelangi seharusnya sudah menjamin perjalanan langsung hingga ke Kota Padang tanpa drama.

Bus Po Putra Pelangi parkir Makan Siang di RM Ombak 

Tips Menghadapi Kendala Perjalanan Darat di Sumatera Barat

Jika suatu hari kalian berada di posisiku mengalami kendala bus mogok di tengah jalan, kuncinya adalah jangan panik. Waktu itu memang pengalaman pertamanya bagiku sehingga sempat merasa agak takut dan khawatir. Sekarang, aku ingin membagikan beberapa tips praktis untuk kalian:

1. Manfaatkan Transportasi Online

Dari titik posisi kalian berdiri di Bukittinggi, pesanlah layanan ojek online untuk menuju ke terminal bus utama di Bukittinggi yang bernama Terminal Aur Kuning. Di wilayah Bukittinggi, Padang Panjang, hingga Kota Padang, layanan transportasi berbasis online sudah beroperasi dengan baik, jadi teman-teman tidak perlu merasa khawatir.

2. Sambung Perjalanan dengan Bus Lokal

Setibanya di Terminal Aur Kuning, carilah bus lokal lanjutan yang melayani keberangkatan menuju Kota Padang. Tarif tiketnya tergolong cukup ekonomis, yakni berkisar sekitar Rp35.000 saja. Estimasi waktu tempuh perjalanan darat dari Bukittinggi menuju Padang memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam saja, sangat bergantung pada kondisi arus lalu lintas di jalur kelok.

Suasana kantor Perwakilan Bus di terminal Aur Kunig,Bukittinggi

3. Fleksibilitas Itinerary

Jika kalian belum sempat melakukan pemesanan penginapan di Kota Padang seperti kesalahanku dulu, jadikan kendala ini sebagai kesempatan emas untuk mulai mengeksplorasi keindahan Kota Bukittinggi lebih dulu. Ada banyak sekali pilihan penginapan nyaman yang bisa dipesan secara mendadak melalui aplikasi perjalanan favorit kalian.

Rencana Perjalanan dan Destinasi di Sumatera Barat

Jembatan Layang Ikonik Kelok 9, Sumatera Barat

Rencana destinasi tujuan wisata utamaku selama di Sumatera Barat mencakup 3 kawasan utama yang kaya akan pesona budaya dan alam, yaitu Kota Padang, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Secara keseluruhan, aku menghabiskan waktu selama 10 hari 9 malam untuk menjelajahi ketiga daerah di Sumatera Barat ini secara santai dan sudah termasuk perjalanan pulang dan pergi Medan-Padang dengan Bus. Titik destinasi awal kedatanganku tentu saja dimulai dari Kota Padang, kemudian dilanjutkan pergerakan ke Padang Panjang, dan ditutup dengan manis di Kota Bukittinggi.

Perjalanan Pulang Nyaman dengan Bus ALS Super Eksekutif

Untuk perjalanan pulang kembali ke Kota Medan, aku memutuskan menggunakan moda transportasi bus darat lagi, namun kali ini aku dengan tegas menghindari PO Putra Pelangi karena pengalaman kurang memuaskan sebelumnya. Sebagai gantinya, aku memilih armada bus dari PO ALS keluaran terbaru yang sering dikenal sebagai Bus ALS Super Executive. Kelas ini merupakan kasta tertinggi dari PO ALS yang menawarkan kenyamanan hampir setara dengan bus sleeper modern berkonfigurasi kursi 2-1. Bus berangkat dari Bukittinggi sekitar Pukul 15.00 wib.

Berpose di samping Bus ALS Super Executive Padang-Medan di Pool Bukittinggi

Karena statusku sebagai seorang solo traveler, konfigurasi kursi tunggal (1 seat) ini memberikan privasi dan kenyamanan ekstra. Bus ALS keluaran terbaru ini sudah dilengkapi dengan fasilitas AC yang sejuk, toilet bersih di dalam kabin, serta kursi empuk ergonomis yang bisa direbahkan untuk posisi tidur yang lebih optimal. Penumpang juga diberikan fasilitas selimut bersih dan bantal kepala yang membuat waktu istirahat di perjalanan terasa sangat berkualitas.

Tentu saja, harga tiket untuk kelas bus mewah ini sedikit lebih mahal dibandingkan kelas reguler biasa. Aku naik dari Bukittinggi menuju Medan, di mana tarif standarnya dipatok sama persis seperti naik langsung dari Padang, yakni berkisar mulai Rp350.000 hingga Rp423.000 tergantung pada musim liburan panjang atau hari biasa. Waktu itu, tarif bus yang aku dapatkan berada di angka sekitar Rp350.000 saja. Pemesanan tiket untuk kursi kelas Super Executive ini kulakukan langsung dengan mendatangi kantor perwakilan resmi ALS di Bukittinggi. Berikut adalah alamat lengkapnya:

Alamat Kantor Perwakilan ALS Bukittinggi: Jalan Soekarno Hatta No. 103, Bukittinggi 26129.

Aku sengaja membeli tiket tersebut H-1 sebelum jadwal keberangkatan supaya persiapan fisik dan mental lebih tenang tanpa terburu-buru di hari H. Setelah merasakan sendiri performa moda transportasi Bus ALS Super Executive Bukittinggi ini, jujur aku merasa puas banget! Kondisi fisik bus benar-benar bersih, performa mesinnya sangat bagus, perjalanan terasa mulus dan lancar jaya, serta sensasinya benar-benar seperti menaiki bus baru. Embusan AC-nya sangat dingin merata dan ruang di dalam kabin terasa jauh lebih lapang. Apabila ada kesempatan berkunjung ke Padang lagi di masa mendatang, aku pasti akan memilih Bus ALS Super Executive ini untuk perjalanan pulang dan pergi.

Menikmati Perjalanan dengan Bus ALS Super Executive

Berikut adalah salah satu destinasi wisata di Kota Padang, kalian pasti langsung ingin segera berkungjung kekota ini setelah melihat video aku yang satu ini:

Perjalanan dari Medan ke Padang belum selesai, aku akan melanjutkan tentang destinasi wisata yang bisa kalian datangi selama berada di kota asal cerita legendaris Malin Kundang ini. Baca juga kumpulan artikel perjalanan aku lainnya dan inspirasi itinerary yang pastinya membuat persiapan perjalanan kalian lebih mudah. Berteman dengan aku di media sosial aku lainnya baik melalui Instagram, YouTube, Facebook, Pinterest, dan TikTok dengan nama Ayudelight. Sampai jumpa di cerita berikutnya!

Salam hangat,
Ayudelight

Panduan Perjalanan Bus Medan - Padang PP
Perjalanan Berangkat (Medan - Padang)
Menggunakan Bus PO Putra Pelangi (tarif Rp. 280.000, formasi kursi 2-2) dengan durasi 24-27 jam. Alamat Pool Putra Pelangi Jalan Gagak Hitam, Sunggal Nomor 33, Sei Sikambing B, Medan
Catatan: Antisipasi risiko bus mogok di wilayah Bukittinggi dengan opsi sambung transportasi online ke Terminal Aur Kuning lalu naik bus lokal (±Rp35.000) ke Padang.
Eksplorasi Destinasi (Sumatera Barat)
Menghabiskan waktu 10 hari 9 malam menjelajahi 3 kawasan utama secara santai: mulai dari Kota Padang, dilanjutkan ke Padang Panjang, dan ditutup di Kota Bukittinggi.
Perjalanan Pulang (Bukittinggi - Medan)
Menggunakan Bus ALS Super Eksekutif (tarif berkisar Rp350.000 - Rp423.000). Kelas tertinggi dengan kursi tunggal yang nyaman, privasi ekstra, AC dingin, selimut/bantal bersih, serta toilet di dalam kabin.
Tips & Tiketing ALS
Pembelian tiket Bus ALS Super Eksekutif disarankan H-1 secara langsung di kantor perwakilan resminya di Jl. Soekarno Hatta No. 103, Bukittinggi agar mendapatkan kursi tunggal favorit dan perjalanan pulang yang jauh lebih tenang.
Estimasi Anggaran Transportasi Bus PP
Tiket Berangkat (PO Putra Pelangi: Rp280.000) + Tiket Pulang (Bus ALS Super Eksekutif: Rp350.000 - Rp423.000) = Rp630.000 – Rp703.000 (di luar biaya tak terduga seperti alternatif sambung bus lokal jika terjadi kendala di jalan).

Hi, aku Ayu!

Lahir dan besar di Medan, Indonesia, aku adalah kreator di balik ayudelight.com. Terima kasih sudah membaca panduan lengkap travel & kuliner, serta koleksi resep masakan autentik dari perjalananku. Aku sangat senang kalian ada di sini!

Temukan artikel lainnya yang mungkin kamu suka di bawah ini!

Komentar

Selamat Datang!

Ayudelight

Meet Ayudelight

Terima kasih telah berkunjung ke ayudelight.com! Saya adalah "Adventurer Chef" di website ini yang bertualang mencari kuliner autentik serta mendokumentasikan setiap perjalanan dan resep masakan. Semoga panduan travel dan jurnal memasak ini bermanfaat.

POPULAR RIGHT NOW!