Cara Aku Travel ke Pulau Nias Lewat Jalur Darat dan Laut dari Medan

Ikuti pengalaman dan cara aku travel ke Pulau Nias dari Medan lewat jalur darat dan laut. Lengkap dengan info travel, tarif, kapal, dan tips lokal di Nias. Berawal dari kerinduan mengelilingi pulau-pulau kecil yang ada di sebelah barat Pulau Sumatera, Pulau Nias menjadi salah satu destinasi yang masuk ke dalam bucket list aku
Home Travel & Kuliner Travel Journey

Merangkai rute Perjalanan Darat dan Laut Menuju Gerbang Pulau Nias.

Lompat Batu Pulau Nias

Berawal dari kerinduan mengelilingi pulau-pulau kecil yang ada di sebelah barat Pulau Sumatera, Pulau Nias menjadi salah satu destinasi yang masuk ke dalam bucket list aku setelah mengunjungi pulau kecil di paling ujung atas Pulau Sumatera, yaitu Pulau Weh.

Ada beberapa hal yang ingin aku ketahui langsung dari Pulau Nias, terutama rasa penasaran terhadap warisan dari zaman batu megalitikum yang awalnya terpancing setelah melihat atraksi lompat batu. 

Sejak saat itu, rasa penasaran itu terus hidup: seperti apa sebenarnya budaya lompat batu tersebut, dan apa hubungannya dengan peninggalan sejarah batu dari zaman purba? Mari ikuti cerita perjalanannya sampai habis ya.

Pulau Nias merupakan salah satu pulau terluar yang ada di gugusan Pulau Sumatera. Secara administratif, pulau eksotis ini masuk ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara. Untuk bisa sampai ke Pulau Nias dari Kota Medan, ada beberapa pilihan moda transportasi yang bisa digunakan oleh para pelancong:

  1. Menggunakan transportasi udara (pesawat). Tersedia dua kali penerbangan setiap hari dari Bandara Internasional Kuala Namu menuju Pulau Nias yang dilayani oleh maskapai penerbangan tertentu.
  2. Moda transportasi darat dan laut. Menggunakan bus travel dari Kota Medan menuju Kota Sibolga, lalu dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan kapal laut menuju Pulau Nias. Durasi total perjalanan dengan rute ini memakan waktu sekitar 17 sampai 20 jam.

Dari dua cara tersebut, aku memilih dan ingin menjelaskan lebih mendalam mengenai rute transportasi yang kedua, yakni jalur Medan-Sibolga-Pulau Nias dengan dua moda utama: bus travel dan kapal ferry.


Alasan Memilih Jalur Darat dan Laut: Kenyamanan, Bukan Kecepatan

Banyak orang mungkin akan langsung memilih jalur udara demi efisiensi waktu. Namun, alasan utama aku memilih rute darat dan laut ini sederhana saja: aku mengutamakan kenyamanan dan alur perjalanan yang dinamis, bukan sekadar kecepatan sampai di tujuan.

Jika memilih naik pesawat langsung, bandara di Pulau Nias letaknya cukup jauh dari pusat kota utamanya, yaitu Gunung Sitoli. Akibatnya, kita masih memerlukan waktu tambahan sekitar satu jam berkendara untuk benar-benar tiba di pusat Kota Gunung Sitoli dari bandara.

Sebaliknya, rute darat-laut memang membutuhkan waktu yang lebih lama di perjalanan, tetapi lokasi pelabuhan penyeberangan di Pulau Nias letaknya langsung berada di jantung Kota Gunung Sitoli. Begitu turun dari kapal, hanya butuh waktu sekitar lima menit berkendara untuk tiba di pusat kota. Sebuah efisiensi logistik yang pas bagi pelancong bergaya slow travel.


Perjalanan Darat Medan ke Pelabuhan Sibolga

Aku memulai perjalanan dari Kota Medan sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan moda transportasi bus travel. Armada andalan yang aku gunakan kali ini adalah Travel Flores dengan unit kendaraan jenis HiAce.

Berikut adalah detail informasi dan kontak resmi jasa travel yang aku gunakan selama perjalanan dari Medan ke Sibolga:

  • Nama Jasa Armada: Travel Flores (Armada HiAce)
  • Estimasi Tarif: Sekitar Rp165.000 untuk sekali jalan
  • No. Kontak WhatsApp: +62 853 1258 0025 (Fast Respons)
  • Instagram Resmi: @ptflorestravel

Salah satu kenyamanan menggunakan layanan Travel Flores ini adalah fasilitas penjemputan door-to-door. Kita bisa dijemput langsung dari alamat rumah di Medan dan diantar langsung hingga ke area pelabuhan di Sibolga tanpa perlu repot pindah-pindah kendaraan umum di tengah jalan. Waktu tempuh perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 7 sampai 8 jam, bergantung pada kondisi lalu lintas di sepanjang lintas Sumatera. Aku tiba di Pelabuhan Sibolga menjelang malam, tepatnya sekitar pukul 19.00 WIB.


Menyeberang dari Sibolga ke Nias dengan Kapal Ferry

Tiket kapal penyeberangan dari Sibolga ke Nias dapat dipesan dengan mudah melalui beberapa platform digital, seperti aplikasi Ferizy, website resmi PT Pelni, maupun melalui operator swasta seperti Wirajaya Lines.

Aku pribadi memilih menggunakan layanan dari Pelayaran Wirajaya Lines. Melalui website mereka, ada banyak pilihan jenis kapal serta fasilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Durasi waktu pelayaran sangat bergantung pada jenis kapal yang kita gunakan:

  • Jika menggunakan kapal cepat, waktu tempuh pelayaran sekitar 3,5 jam saja.
  • Jika menggunakan kapal ferry reguler, waktu tempuh pelayaran berkisar antara 8 hingga 9 jam.
Pesan Tiket Kapal via Web Wira Jaya Lines
Jadwal dan harga tiket kapal (one way)

Aku sendiri memilih menggunakan kapal ferry karena ingin menikmati ritme pelayaran malam yang tenang, meski menghabiskan waktu lebih lama di atas air. Fasilitas di dalam kapal pun bervariasi, mulai dari kelas ekonomi hingga opsi upgrade menggunakan fasilitas kamar tidur privat. Semua pilihan kenyamanan ini bisa kita tentukan langsung saat memesan tiket via website Wirajaya Lines. Harga tiketnya pun cukup bersahabat, berkisar mulai dari ratusan ribu rupiah untuk satu kali menyeberang.


Suasana Setiba di Pelabuhan Sibolga

Saat turun dari bus travel sekitar pukul 19.00 WIB, driver menurunkan aku persis di depan pintu gerbang Pelabuhan Sibolga. Dari gerbang luar menuju terminal ruang tunggu penumpang, kita perlu berjalan kaki sebentar hanya sekitar 5 menit. Ada retribusi atau tarif masuk area pelabuhan yang perlu disiapkan di pos penjagaan, biasanya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000 saja.

Tiba di pelabuhan pada pukul 19.00 WIB terasa cukup lengang dan tenang. Jadwal keberangkatan kapal menuju Nias biasanya baru dimulai sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Artinya, ada jeda waktu sekitar dua jam bagi kita untuk beristirahat sejenak, meluruskan kaki, dan mempersiapkan diri sebelum naik ke atas kapal.

Jika kapal bertolak dari Sibolga pukul 21.00 WIB, maka keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB, kita akan tiba dengan selamat di Pelabuhan Pulau Nias. Waktu kedatangan pagi hari ini sangat pas dan ideal untuk langsung mulai mencari tempat bermalam di sekitar kawasan pelabuhan Gunung Sitoli.


Mau lihat langsung suasana perjalanan darat melintasi Lintas Sumatera dan keseruan menyeberang dengan kapal ferry di malam hari? Tonton video perjalanan lengkapnya:


Tips Transportasi Lokal dan Penginapan di Pulau Nias

Sesampainya di Pulau Nias, urusan mobilitas adalah hal penting berikutnya yang perlu dipikirkan. Berdasarkan situasi di lapangan, kondisi di Nias ternyata lebih banyak menyediakan jasa penyewaan mobil ketimbang penyewaan sepeda motor. Sementara itu, untuk layanan ojek online yang beroperasi di kawasan ini umumnya merupakan karya anak lokal setempat.

Oleh karena itu, jika kalian merasa tidak ingin repot, membawa kendaraan pribadi seperti sepeda motor langsung dari Medan ke Nias bisa menjadi pilihan yang sangat membantu. Namun, apabila dirasa terlalu melelahkan atau ribet di jalan, sebaiknya jauh-jauh hari sebelum berangkat ke Pulau Nias, luangkan waktu untuk mencari dan mengamankan informasi penyewaan motor atau mobil terlebih dahulu. Supaya jauh lebih aman dan praktis, kalian juga bisa langsung menanyakan rekomendasi jasa penyewaan motor serta mobil langsung di lokasi tempat kalian menginap setibanya di sana.

Selain mobilitas, aku juga mau merekomendasikan satu tempat menginap yang tidak hanya nyaman untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang, tetapi juga memberi ruang bagi kita untuk mengenal budaya Nias lebih dekat. Harganya terjangkau, dan daya tarik utamanya adalah pengalaman unik tidur di dalam kamar yang berbentuk replika Rumah Adat Suku Nias.

Tidak hanya itu, di dalam kompleks penginapan ini juga tersedia museum sejarah yang mendokumentasikan kebudayaan Nias secara lengkap. Nama tempatnya adalah Museum Pusaka Nias. Konsep penginapannya menyerupai resort budaya. Jadi, tanpa harus melangkah keluar dari kompleks hotel, kita sudah bisa menikmati suasana tenang, fasilitas yang memadai, sekaligus meresapi kearifan lokal Nias langsung dari satu tempat ini.

Museum Pusakan Nias Lodge, Penginapan berbentuk Rumah Adat Nias

Demikian dulu catatan perjalanan tahap awal menuju Pulau Nias. Jangan lupa untuk terus menyimak panduan dan kelanjutan cerita perjalanan berikutnya. Kamu juga bisa menemukannya di berbagai media sosial lain dengan nama akun Ayudelight.

Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya!

Salam hangat,

Ayudelight 

Itinerary Card: Medan - Nias
Rute & Estimasi Waktu
Total perjalanan Medan - Sibolga - Pulau Nias memakan waktu 17-20 jam. Jalur darat Medan-Sibolga ditempuh 7-8 jam. Penyeberangan laut Sibolga-Nias membutuhkan 3,5 jam (kapal cepat) atau 8-9 jam (ferry reguler).
Transportasi Darat (Medan-Sibolga) & Biaya
Berangkat pukul 09.00 WIB dari Medan. Menggunakan armada HiAce Travel Flores dengan fasilitas door-to-door (dijemput di rumah, diantar langsung ke pelabuhan). Biaya: Rp165.000. Kontak: +62 853 1258 0025.
Penyeberangan Laut (Sibolga-Nias) & Biaya
Menggunakan operator Pelayaran Wirajaya Lines. Kapal ferry reguler berangkat pukul 21.00 atau 22.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Gunung Sitoli pukul 06.00 WIB keesokan harinya. Biaya Tiket Kapal: Sekitar Rp100.000 - Rp150.000 (ferry kelas standar/ekonomi) bagasi 30Kg free jika lebih berbayar.
Tips Pelabuhan Sibolga & Retribusi
Driver travel menurunkan penumpang di pintu gerbang, jalan kaki 5 menit ke ruang tunggu. Siapkan retribusi masuk area pelabuhan sebesar Rp2.000 - Rp3.000. Terdapat jeda waktu 2 jam sebelum keberangkatan kapal untuk istirahat.
Akomodasi & Mobilitas Lokal Nias
Rekomendasi menginap: Museum Pusaka Nias (kamar berbentuk Rumah Adat Nias). Untuk transportasi, lebih banyak tersedia jasa sewa mobil. Disarankan mengamankan informasi penyewaan kendaraan sebelum berangkat atau membawa kendaraan pribadi (sepeda motor) dari Medan.

Estimasi Total Biaya Transportasi
Sekitar Rp267.000 - Rp318.000 per orang (Sekali Jalan)

Hi, aku Ayu!

Lahir dan besar di Medan, Indonesia, aku adalah kreator di balik ayudelight.com. Terima kasih sudah membaca panduan lengkap travel & kuliner, serta koleksi resep masakan autentik dari perjalananku. Aku sangat senang kalian ada di sini!

Temukan artikel lainnya yang mungkin kamu suka di bawah ini!

Komentar

Selamat Datang!

Ayudelight

Meet Ayudelight

Terima kasih telah berkunjung ke ayudelight.com! Saya adalah "Adventurer Chef" di website ini yang bertualang mencari kuliner autentik serta mendokumentasikan setiap perjalanan dan resep masakan. Semoga panduan travel dan jurnal memasak ini bermanfaat.

POPULAR RIGHT NOW!