Cara Aku Menikmati Seafood Kedonganan: Serunya Belanja di Pasar dan Masak Cumi Sendiri di Villa

Ikuti pengalaman dan cara aku travel ke Pulau Nias dari Medan lewat jalur darat dan laut. Lengkap dengan info travel, tarif, kapal, dan tips lokal di Nias. Berawal dari kerinduan mengelilingi pulau-pulau kecil yang ada di sebelah barat Pulau Sumatera, Pulau Nias menjadi salah satu destinasi yang masuk ke dalam bucket list aku
Home Travel Travel Journey

Dari Keranjang Pasar ke Meja Makan Villa: Rahasia Keseruan Mengolah Cumi Segar ala Ayudelight

Pesona Bali yang bikin susah move on

Semoga kalian dalam kondisi sehat dan bahagia ya. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk menulis cerita perjalanan terbaru, dan kali ini aku sangat antusias karena mau berbagi pengalaman seru berburu seafood segar di Bali. Kalau kalian sudah baca artikelku sebelumnya mengenai Liburan ke Bali: Destinasi Wisata & Temukan Kenyamanan di Villa Binarmata, di situ aku bercerita tentang beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi, baik untuk kalian yang sudah sering ke Bali maupun yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata.

Aku sengaja menuliskan rekomendasi tempat-tempat tersebut supaya kalian punya referensi perjalanan yang mudah diaplikasikan kalau tiba-tiba ingin merencanakan liburan dadakan ke Bali. Nah, kali ini aku mau mengajak kalian melihat lebih dalam ke salah satu tempat favoritku, terutama untuk kalian yang hobi memasak, suka mengulik resep, atau bahkan sering mencoba eksperimen rasa. Meskipun aku bukan koki profesional, aku sangat senang bereksperimen di dapur, apalagi ketika sedang traveling. Bali sendiri punya segudang bahan makanan segar yang sangat menggoda untuk diolah.

Salah satu tempat yang menurutku wajib dikunjungi kalau kalian pencinta kuliner laut adalah Pasar Kedonganan. Di sini, kalian bisa mendapatkan hasil laut yang baru saja diturunkan dari kapal oleh nelayan lokal. Kesegarannya itu berbeda sekali dan itu yang membuatku bersemangat untuk berbagi cerita ini.


Sudah Pernah ke Pasar Kedonganan? Masak Sendiri atau Minta Resto?

Sebelum lanjut ke cerita, aku mau bertanya dahulu nih:

Kalian sudah pernah berkunjung ke Pasar Kedonganan?

Dan biasanya, seafood yang kalian beli di sana lebih sering dimasak sendiri di penginapan atau langsung minta dimasakkan di restoran sekitar pasar?

Coba bagikan cerita kalian di kolom komentar nanti ya, karena menurutku masing-masing orang pasti punya pengalaman unik yang bisa saling menginspirasi.


Perjalanan Menuju Pasar Kedonganan

Perjalananku ke Pasar Kedonganan dimulai dari villa tempat aku menginap selama liburan ini. Dari villa ke lokasi pasar, waktu tempuhnya memakan waktu sekitar 58 menit dan bagiku jarak tersebut sama sekali tidak jauh.

Kenapa? Karena di villa tempat aku menginap ini difasilitasi dapur lengkap yang membuatku bebas memasak aneka menu untuk dinikmati bersama teman-teman. Rasanya seperti sedang staycation namun versi yang jauh lebih seru karena bisa sekalian menguji kemampuan memasakku, hehe.

Saking nyamannya suasana villa, aku malah berangkat agak siang. Bangun pun agak telat karena malam sebelumnya kami asyik mengobrol lama di ruang tamu. Belum lagi fasilitas private pool di villanya sukses membuat susah move on. Mandi air hangat lalu berenang santai saat udara pagi masih sejuk rasanya nikmat sekali!

Akhirnya setelah sarapan ringan dan bersiap-siap, aku berangkat sekitar jam satu siang. Sepanjang perjalanan menuju Kedonganan, aku sempat beberapa kali berhenti di pinggir jalan untuk mengambil foto. Bali selalu punya sudut-sudut kecil yang estetik, jadi sayang rasanya kalau dilewatkan begitu saja. Kami tiba di Pasar Kedonganan sekitar jam dua siang lewat sedikit.


Kesan Pertama di Pasar Kedonganan

Dari luar, pasar ini terlihat cukup sederhana dengan pintu masuk kecil di bagian depan. Tapi begitu melangkah masuk… wow! Luas bagian dalamnya sangat mengejutkan. Ternyata tidak hanya warga lokal atau wisatawan domestik saja yang berbelanja di sini, tetapi banyak juga wisatawan mancanegara yang berburu seafood segar.

Di dalam pasar, aku melihat deretan meja panjang sekitar 20 meter yang berjajar rapi dengan jarak antar-lorong meja sekitar 1 meter. Di kanan dan kiri lorong, para pedagang memajang berbagai jenis hasil laut segar di lapak mereka yang berukuran sekitar 1 sampai 2 meter. Dalam satu baris kanan terdapat sekitar 10 hingga 15 pedagang, begitu pula di sisi sebelah kiri.

Bisa terbayang kan betapa banyaknya pilihan seafood segar yang bisa kalian temukan di sini? Kapan-kapan kalian juga bisa menonton video perjalananku saat menjelajahi Pasar Kedonganan langsung di kanal videoku.


Harga-Harga Seafood di Pasar Kedonganan

Buat kalian yang ingin survei harga terlebih dahulu sebelum belanja agar tidak bingung atau kemahalan, berikut adalah daftar harga beberapa jenis seafood yang sempat aku tanyakan ke pedagang. Jangan lupa dicatat ya! Perlu diingat juga bahwa di sini berlaku sistem tawar-menawar, jadi tetap lakukan negosiasi secara ramah:

  1. Lobster (Lokal & Pakistan): Kisaran harga sekitar Rp400.000/kg. Pilihan ukurannya bervariasi, tinggal pilih yang paling segar.
  2. Kerang Bulu / Kerang Dara: Kisaran harga Rp30.000 - Rp35.000/kg. Tips dari aku: pilih ukuran yang besar agar dagingnya lebih puas dinikmati.
  3. Scallop / Kerang Simping: Kisaran harga Rp60.000 - Rp70.000/kg. Cari yang isi dagingnya tebal supaya lebih mantap saat diolah.
  4. Cumi-Cumi: Kisaran harga Rp25.000 - Rp50.000/kg tergantung ukuran.
  5. Oyster (Tiram): Kisaran harga Rp15.000/kg. Biasanya berisi sekitar 2 buah per kilogram karena ukurannya yang besar-besar.

Selain daftar di atas, ada banyak sekali jenis tangkapan laut lain yang dipajang dan sukses membuat mata berbinar, di antaranya:

  • Ikan Kakap Merah & Kakap Putih
  • Ikan Sunu Merah
  • Ikan Napoleon / Ikan Kakak Tua
  • Ikan Layur
  • Udang, Kepiting, dan masih banyak lagi.

Untuk jenis ikan dan udang dari nomor 6 ke bawah kebetulan tidak aku beli, jadi aku tidak sempat menanyakan detail harganya secara langsung, tetapi kualitas kesegarannya terlihat sangat baik.


Aku Belanja Apa Saja?

Aku membeli beberapa jenis seafood hari ini. Sebagian sengaja langsung aku bawa ke restoran terdekat untuk dibakar, dan sisanya aku bawa pulang ke villa untuk dimasak menjadi Cumi Andalan. Resep cumi ini merupakan menu yang sering sekali di-repost oleh banyak akun media sosial, dan kali ini akhirnya resmi aku tulis di website pribadiku. Senang rasanya bisa mendokumentasikan resep ini secara lengkap!

Untuk seafood yang disantap langsung di lokasi, aku mampir ke Resto Bintang Laut. Tarif jasa memasaknya sangat terjangkau, berkisar antara Rp10.000 - Rp15.000/kg saja dan sudah include sambal matah khas Bali. Di sana aku tinggal memesan nasi putih dan minuman tambahan.

Aku meminta pihak resto untuk membakar scallop dan oyster yang tadi kubeli. Dan jujur… rasa scallop bakarnya juara banget! Bumbu saus padangnya juga enak, tetapi bagiku versi bakar original tetap yang paling menggoda selera.

Setelah makan sore di restoran selesai, aku bersama teman-teman langsung bergegas kembali ke villa karena sudah tidak sabar ingin mengeksekusi menu cumi andalan di dapur.


Kembali ke Villa & Siap Memasak!

Dapur Villa dengan peralatan masak yang lengkap

Dari tadi aku bercerita tentang keasyikan di villa, kalian pasti penasaran:

Villa apa sih yang aku tinggali sampai bisa membuat pengalaman liburan dan memasak ini jadi seseru ini?

Cumi ala Thailand hasil olahan di dapur villa
Cumi ala Thailand hasil olahan di dapur villa

Untuk kapasitas kami yang pergi berlima, akomodasi ini sangat pas karena menyediakan 3 kamar tidur, area ruang tamu yang lapang, fasilitas dapur lengkap, serta meja makan besar yang menunjang aktivitas masak-memasak kelompok.

Di dapur inilah aku mengeksekusi cumi segar hasil buruan dari Pasar Kedonganan. Sederhana, tetapi makan malam bersama sahabat terasa sangat spesial karena diisi dengan canda tawa sambil menikmati syahdunya malam di Bali.


Plot Twist yang Ditunggu: Ini Nama Villanya!

Anjloknya rasa penasaran kita akhirnya sampai pada bagian informasi yang paling kalian tunggu dari tadi.

Nama akomodasi super nyaman ini adalah Villa Binarmata! Menariknya lagi, kawasan area lokasi villa ini tergolong aman dan bebas dari banjir, sehingga liburan tetap tenang tanpa perlu khawatir saat cuaca hujan melanda. Bagi yang berminat menginap di sini, kalian bisa langsung melakukan pembaruan harga terbaru dan mengecek ketersediaan kamarnya melalui aplikasi Agoda atau Airbnb.

Secara keseluruhan, penginapan ini sangat direkomendasikan untuk para pengembara yang menyukai ketenangan, kehangatan suasana, serta mendambakan kenyamanan layaknya di rumah sendiri selama berlibur di Pulau Dewata. Fasilitasnya yang lengkap dijamin akan membuat siapa pun betah dan sulit untuk beranjak pulang.

Info Perjalanan & Belanja Seafood Bali
Waktu dan Durasi
Berangkat dari penginapan sekitar pukul 13.00 WITA dan tiba di Pasar Kedonganan lewat sedikit dari pukul 14.00 WITA.
Destinasi & Akomodasi
Berburu hasil laut segar langsung dari nelayan di Pasar Kedonganan, mampir membakar sebagian hasil laut di Resto Bintang Laut, dan memasak sisanya di Villa Binarmata.
Kisaran Harga Seafood
Harga bervariasi dan melalui tawar-menawar: Lobster (Rp 400.000/kg), Kerang Bulu/Dara (Rp 30.000 - Rp 35.000/kg), Scallop/Simping (Rp 60.000 - Rp 70.000/kg), Cumi (Rp 25.000 - Rp 50.000/kg), dan Oyster (Rp 15.000/kg).
Aktivitas Kuliner
Membakar scallop dan oyster di Resto Bintang Laut dengan tarif masak terjangkau (Rp 10.000 - Rp 15.000/kg sudah termasuk sambal matah), dilanjutkan memasak menu Cumi Ala Thailand di dapur lengkap Villa Binarmata.
Akomodasi & Tempat Menginap
Villa Binarmata sangat cocok untuk rombongan (kapasitas 6 orang teman) dengan fasilitas 3 kamar tidur, ruang tamu luas, dapur lengkap, meja makan besar, dan private pool yang nyaman dan bebas banjir.

🦑 Serunya Belanja Seafood Segar & Masak Cumi Sendiri di Villa! Tonton Vibe Liburannya di Video Ini:


Akhir Ceritaku di Hari Itu

Pengalaman berburu seafood segar di Pasar Kedonganan, mencoba beberapa langsung di resto, lalu memasak cumi andalan di dapur villa… semuanya terasa lengkap.

Liburan seperti ini benar-benar memuaskan untukku traveling, kuliner, masak, dan quality time bareng teman dalam satu paket.

Kalau kalian jadi kepingin stay di villa ini, please booking jauh-jauh hari ya, karena banyak wisatawan yang menjadikan villa ini pilihan utama selama liburan di Bali, apalagi menuju akhir tahun seperti sekarang.

Ini Resep Cumi Ala Thailand andalan aku dan untuk resep-resep lainnya, kalian bisa cek di kumpulan resepku tinggal klik aja kalau mau recook!

Selamat liburan & sampai jumpa di cerita berikutnya.

Ayudelight ✨

Hi, aku Ayu!

Lahir dan besar di Medan, Indonesia, aku adalah kreator di balik ayudelight.com. Terima kasih sudah membaca panduan lengkap travel & kuliner, serta koleksi resep masakan autentik dari perjalananku. Aku sangat senang kalian ada di sini!

Temukan artikel lainnya yang mungkin kamu suka di bawah ini!

Komentar

Selamat Datang!

Ayudelight

Meet Ayudelight

Terima kasih telah berkunjung ke ayudelight.com! Saya adalah "Adventurer Chef" di website ini yang bertualang mencari kuliner autentik serta mendokumentasikan setiap perjalanan dan resep masakan. Semoga panduan travel dan jurnal memasak ini bermanfaat.

POPULAR RIGHT NOW!